KESENANGAN = KEBAHAGIAAN??
A. ternyata kesenangan tidaklah sama dengan Kebahagiaan...?
setiap pagi kita menjalani hari dari bangun tidur hingga tidur lagi yang kita cari adalah kebahagiaan..
sering kita tertukar yang kita cari adalah kesenangan ..
kesenangan ini sebenarnya hanya terbatas fisik inderawi (syahwat) .. seperti makan enak (kenyang), tidur banyak, jalan2 rekreasi, duit banyak dll... sedangkan kebahagiaan sejati ternyata dimensi nya lebih tinggi jauh diatas kesenangan fisik ini..
contoh:
1.orang puasa, pastilah tidak menyenangkan tapi dibalik itu sangat membahagiakan..
2 .bangun malam tahajud tidak menyenangkan tapi sangat membahagiakan bathin.
3. sholat jamaah dimasjid jg tidak menyenangkan tapi setelah berhasil jiwa kita akan tentram
dibalik kesusahan (fisik) ada kebahagiaan bathin.
demikian juga dengan aktivitas harian kita
1. olahraga tidak menyenangkan tapi setelah kita melakukannya mood kita (fisik) akan senang dan jiwa akan bahagia.
2. bekerja berangkat ke kantor juga tidak menyenangkan.. tapi dibaliknya ketika kita terima gaji juga akan menyenangkan dan jiwa berbahagia karena menjalankan kewajiban memberi nafkah keluarga (ngasih istri, bayar sekolah anak2, ngasih orang tua, infak sedekah )
B. Kesenangan ini harus dibatasi
1. kesenangan tidak terbatas dan cenderung melalaikan meminta dosis lebih tinggi (bermain game, scrolling Ig, )
2. bila tidak dibatasi akan menghilangkan dophamin .. (main game tanpa batas akhirnya jenuh juga), anak bebas minta jajan apa saja, akhirnya bila diberi jajan tidak berterima kasih.
C. Siklus Kesenangan
mirip dengan puasa ramadhan, pertama kali beberapa hari awal pastilah berat menahan nafsu makan, namun seiring dengan waktu menjadi lebih mudah dan biasa.. namun diakhir ketika buka puasa, kebahagiaan tak terkira walaupun kadang dengan menu buka puasa yg tidak mewah.. (banyak kalori / banyak makan malah jadi penyakit).... ternyata 90% waktu adalah tidak menyenangkan dalam perjuangan , tapi ini yang mengantarkan pada kebahagiaan.. daripada orang yang tidak puasa tidak sholat 90% makan bebas berbuat semaunya... tapi pastilah dalam hitungan hari dia menuju kehancuran tidak hanya dijangka panjang ... mirip orang yang makan karbo sepuasnya ga mau olahraga pastilah metabolisme akan hancur dalam hitungan hari... itu untuk dunia apalagi untuk akherat jauh lebih dahsyat lagi..
Komentar
Posting Komentar